Selasa, 08 Oktober 2013

Cinta

  • X: Jatuh?
  • Aku: Ya
  • X: Apa yang jatuh?
  • Aku: Hati ini *tunjuk ke dada*
  • X: Sejak kapan?
  • Aku: Ini sudah jatuh dari dulu, sudah jatuh sejak beberapa tahun yang lalu
  • X: Setelah jatuh diapakan?
  • Aku: Aku biarkan dia tetap jatuh
  • X: Kau biarkan dia diam disana?
  • Aku: Ku biarkan dia tetap diam disana
  • X: Apa kau gila membiarkan cintamu tetap diam?
  • Aku: Mau apa lagi, karena tidak ada yang lebih indah dari cinta dalam diam
  • X: Jadi kau membiarkannya terjebak dalam diam?
  • Aku: Aku membiarkannya diam agar dia menjadi indah, tentu saja indah pada waktunya
  • X: Dan kau menikmatinya?
  • Aku: Aku menikmati jatuhku. Aku menikmati diamku saat melihatnya, tanpa tahu apakah hatinya juga terjatuh untukku, tanpa tahu apakah dia akan menadahi hati ini saat terjatuh untuknya
  • X: Jadi kau memutuskan untuk menjadikannya sebuah misteri?
  • Aku: Ya, tapi ini Misteri İlahi, karna hanya Allah yang tahu. Tidak ada yang tahu akan hal ini selain diriNya. Kalaupun berjodoh, takkan ada seorang pun atau apapun di dunia ini yang bisa membuat kami tidak bersama, begitupun sebaliknya
  • X: Tapi setelah jatuh, menurutmu siapa yang harus bertanggung jawab?
  • Aku: Hmmm, aku tak tahu, apa menurutmu dia akan bertanggung jawab? Bahkan gravitasi pun takkan mau bertanggung jawab atas jatuhnya hati ini. Tidak ada yang salah akan hal ini, dan tidak ada yang perlu bertanggung jawab
  • X: Jadi sekarang apa yang akan kau lakukan?
  • Aku: Membiarkannya tetap diam atau mungkin membiarkannya terjatuh kembali, dan bisa saja terjatuh karena orang yang sama ataupun berbeda. Haha, aku tak tahu...

0 komentar:

Posting Komentar